PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MTsN BIREUEN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN ALAT PERAGA POMPA HIDROLIK SEDERHANA KONSEP TEKANAN

Authors

  • Marnita Marnita Prodi Pendidikan Biologi Universitas Almuslim

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa MTsN Bireuen disebabkan karena pelaksanaan pembelajaran fisika yang dilakukan oleh guru masih menggunakan metode ceramah serta jarang menggunakan alat peraga atau melakukan praktikum. Sehingga pembelajaran fisika masih dianggap sulit oleh peserta didik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah, (2) aktivitas guru dan siswa, dan (3) respon siswa MTsN Bireuen melalui model pembelajaran berbasis masalah berbantuan alat peraga pompa hidrolik sederhana konsep tekanan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian PTK yang terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) analisis data ketuntasan belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 27,03%, pada siklus I sebesar 62,16% dan siklus II sebesar 89,19%, (2) aktivitas guru meningkat dari 85,63% pada siklus I menjadi 95,42% pada siklus II, sedangkan dari pihak siswa meningkat dari 84,17% pada siklus I menjadi 93,33% pada siklus II, (3) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan alat peraga pompa hidrolik sederhana tergolong sangat baik, dengan persentase angket respon yang menyatakan sangat setuju mencapai 96,22% dan 3,78% siswa menjawab setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan alat peraga pompa hidrolik sederhana dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa MTsN Bireuen pada konsep tekanan.

 

Kata Kunci :  Berpikir kritis, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pompa Hidrolik sederhana.

References

Arikunto, S. (2007). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara

Arsyad, A. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta:Rajagrafindo Persada

Hartati, B. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Terakreditasi JPFI. Vol 6 (2): 128-132

Hassoubah, I.Z. (2002). Mengasah Pikiran Kreatif dan kritis. Jakarta:Nuansa

Kanginan, M. (2000). IPA Fisika SMP Jilid 2. Jakarta:Erlangga

Karsumi. (2012). Pengembangan Alat Praktikum Viskositas Zat Cair. Jurnal Terakreditasi JPFI. Vol 8 (1): 8-14

Khanafiyah, S, Yuliati, D.I, Yulianti, D. (2011). Pembelajaran fisika Berbasis Hands on Aktivities Untuk menumbuhkan Kemampuan berpikir kritis dan Meningkatkan Hasil belajar Siswa SMP. JPFI, 7(1), 23-27.

Makhrus, Muh., Hadiprayitno, Gito. (2012). Penerapan Perangkat Pembelajaran Fisika Berorientasi Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Connected. Jurnal Terakreditasi JPP. 19(2): 238-243

Ozek, N. (2005). Use of J. Bruner’s Learning Theory in a physical Ekperimental Activity. Journal of Physics Teacher Education Online. 2(3):19-21

Rusman. (2013). Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta:Rajagrafindo Persada

Sanjaya, W. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana

. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana.

Sarwi, A, Rusilowati, S, Khanafiyah. (2012). Implimentasi Model Eksperimen Gelombang Open-Inquiry Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Fisika JPFI, 8 (1), 41-50

Setyorini, U, Sukisno, E.S, Subali, B. (2011). Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan kemampuan berpikir Kritis siswa SMP. JPFI, 7 (1), 52-56.

Sudijono, A. (2009). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta:Rajagrafindo Persada

Yamin, M. (2013). Strategi & Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta:Press Group.

Published

2016-03-08