PENGGUNAAN ALAT PERAGA 3D DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR GEOMETRI BANGUN RUANG SISWA KELAS V SD NEGERI 4 PEUSANGAN

Penulis

  • Anggun Suseno SD Negeri 4 Peusangan

Abstrak

Penggunaan alat peraga 3D dalam meningkatkan prestasi belajar Geometri Bangun Ruang siswa kelas V SD N 4 peusangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 4 peusangan yang berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Instrumen penelitian berupa soal tes dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung: (1) rata-rata nilai tes siswa setiap pertemuan, (2) rata-rata nilai tes siswa setiap siklus, (3) persentase ketuntasan belajar siswa setiap pertemuan, (4) persentase rata-rata ketuntasan belajar siswa setiap siklus, (5) persentase aktivitas guru dan siswa setiap pertemuan, dan (6) persentase rata-rata aktivitas guru dan siswa setiap siklus.Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Terjadi peningkatan pada  penggunaan alat peraga 3D dalam meningkatkan prestasi belajar Geometri Bangun Ruang siswa kelas V SD N 4 peusangan. . Nilai rata-rata tes siklus I yaitu 58,88 dengan persentase rata-rata ketuntasan belajar siswa sebanyak 28%. Nilai rata-rata tes siklus II yaitu 84,16 dengan persentase rata-rata ketuntasan belajar siswa sebanyak 88,33%. (2) Aktivitas guru dan siswa pada penggunaan alat peraga 3D dalam meningkatkan prestasi belajar Geometri Bangun Ruang siswa kelas V SD N 4 peusangan mengalami peningkatan. Persentase rata-rata aktivitas guru siklus I sebanyak 75,31% diikuti dengan persentase rata-rata aktivitas siswa sebanyak 65,20%. Persentase rata-rata aktivitas guru siklus II sebanyak 93,52% diikuti dengan persentase rata-rata aktivitas siswa sebanyak 85,26%.

Referensi

Aqib, Zainal. Dkk.2011. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD,SLB.dan TK. Bandung : Yrama Widya.

Arikunto, Suhardjono dan Supardi. 2006.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Depdikbud. 1996. Petunjuk Peneingkatan Mutu Pendidikan. Jakarta : Dirjen Dikdas dan Menum, Direktorat Dikdas, Depdikbud.

Hopkin, David. 1993 A Teacher`s Guide To Classroom Reseach. Philadeiplia Open University PressHuda, M. 2014. Model-model Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kasbolah, K. 1998. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Depdiknas

Kunandar . 2013 penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Kurikulum 2013 Jakarta:PT.Rajagrafindo Persada.

Moleong. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Moleong. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Mulyasa, Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hal. 152

Rochiati Wiridiatmaja, Metode Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.

Shoimin, Aris. 2014 Model Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta : Ar-Ruzz Persada.

Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Akasara 2009).

Suryadi, Panduan Penelitian Tindakan Kelas, (Jogjakarta: Diva Press, 2011), hal. 22

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran Di Sekolah dasar. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Wiriaatmadja, R. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosdakarya

Wiriaatmadja, R. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosdakarya

Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: Yama Widya, 2009) hal. 20

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-03-31